Minggu, 23 Februari 2014

Asiknya Bebek Super "Hah-Hah"

Hai hai, lagi merasakan nikmatnya makanan nih :D
Dasar anak penjual ayam, makan bebek aja senengnya minta ampun hahaha. Maklum lah udah terlalu bosen buat makan ayam, jadi sekali-kali makan bebek boleh lah wkwk.
Tapi any way menurut kebanyakan orang sih bilang emang enak daging bebek dibanding ayam. Katanya sih lebih gurih gitu.. Tapi emang menurutku juga gitu sih wkwk.
Berhubung aku suka makanan yang bisa bikin “hah-hah” alias megap-megap alias pedes, maka kemarin makan bebek pun wajib lah berbau pedas. Padahal bikin megap-megap, tapi kenapa malah seneng? Jawabannya adalah karena ada sensasi tersendiri hahaha.
Kemarin seru banget tuh makan bebeknya. Bener-bener super pedeeees. Tapi bukan rasa pedes doang yang di dapet lhoo.. selain pedes, rasa daging bebeknya juga nggak kalah seru kok yang bikin aku jadi ketagihan sampai nambah terus *tapi badan nggak nambah gemuk -_-* hahaha. Rasa bebeknya tuh pas gitu.. antara peses sama gurih berimbang lah, nah itu yang bikin nagih :D
Nah selain sensasi rasanya, ada sensasi lainnya lho.. Ada yang tau? Sensasi bibir! Lhoh kok?
Hahaha jangan mikir macem-macem, maksud dari sensasi bibir adalah setelah kita makan tuh bebek pedes kita nggak perlu lagi tuh pake lipstik soalnya kita udah dapet lipstik alami wkwk.
Ah gara-gara kemarin makan tuh bebek jadi pengen makan itu terus. Bosen dah kalau suruh makan ayam lagi -_-.
Oh iya ada yang tau aku makan bebeknya dimana? *emang gue pacar lu harus tau lu makan dimana hahaha*. Oke aku jawab sendiri aja deh wkwk. Kemarin sih nyoba-nyoba gitu di Bebek Judes. Kok namnya gitu? Haha aneh ya? Maksudnya judes itu “Juara Pedas”, udah paham kan?
Nah disitu banyak banget tuh menu bebeknya yang bikin ngiler, bahkan ada menu yang namanya bebek perawan. Nah kan, anda penasaran? Sama, saya juga :D
Pokoknya enak deh daging bebek itu, apalagi diolah jadi super pedes gitu. Pedesnya dapet, gurihnya juga dapet. Mantaaaabbb!


Minggu, 16 Februari 2014

Tak Ada Alasan Untuk Tidak Kuliah



Seperti judul diatas, tak ada alasan untuk tidak kuliah, terkecuali satu alasan “tidak niat kuliah”. Nah itulah satu-satunya alasan yang dapat diterima. Nah bagaimana jika alasan ekonomi? Alasan tersebut tidak dapat diterima. Lhoh kan nggak ada duit buat bayar, berarti nggak bisa kuliah dong.. Siapa bilang nggak ada duit nggak bisa kuliah? Masih bisa tuh. Ah masak? Omomg doang tuh, mana buktinya? Bener-bener mau bukti? Banyak kok buktinya, saya buktinya. 

Bagaimana bisa? Nah itu pertanyaan wajib. Jika kamu niat kuliah, pasti bukan sekedar niat doang kan? Kalau memang cuma niat, siap-siap deh buat kecewa. 

Ketika kita ada niat, pasti harus ada usaha dong... Nah jika pengen kuliah nggak ada duit? Yaudah cari duit. Gampang kan? Tapi solusi ini tak segampang lidah ngomong kata-kata itu. Nah disini kita bakal diuji keseriusan kita dalam mencapai apa yang kita inginkan, yaitu kuliah. Sebagai usaha mu dalam pencapaian itu, kamu bisa membuat perencanaan jauh-jauh hari sebelum kuliah. Contohnya membuat perkiraan biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah. Nah dari situ dapat dijadikan motivasi buat kamu mengumpulkan uang. Contoh realnya adalah saya. Sejak kelas 10, saya sudah memikirkan perencanaan kuliah. Lebay ya? Baru kelas 10 udah mikir kuliah hehe. Tapi apa daya, saya yang sadar akan perekonomian keluarga yang memang pas-pasan untuk makan dan biaya sekolah 2 orang anak harus memikirkan bagaimana saya kedepannya. Saya memang sudah dari awal menginginkan untuk lanjut di jenjang perguruan tinggi, dengan niat saya itu saya harus menerima resiko untuk memikirkan biaya, mengingat orangtua yang ingin melihat saya lanjut kuliah namun tak bisa berbuat apa-apa karena biaya tak ada. Saya pun bertekad untuk meraih mimpi itu. Dalam masa SMA ketika teman-teman asyik bermain, saya asyik memikirkan cara untuk mewujudkan apa yang saya inginkan. Saya jualan pulsa, nasi, jajanan, dan masih banyak lagi. Namun dibalik kesibukan mencari uang tersebut saya juga tetap bersosialisasi dengan lingkungan, bahkan saya tetap aktif di organisasi sekolah, yaitu osis dan pramuka serta kegiatan-kegiatan lain yang tentunya positif.

Target saya selama SMA adalah mengumpulkan uang untuk membeli laptop. Saya ingin ketika telah menjadi mahasiswa saya mempunyai laptop karena menurut saya itu merupakan nyawa mahasiswa. Nah biayanya gimana? Dari beasiswa. Ya, beasiswa. Selama berusaha mengumpulkan uang, saya juga berusaha mencari info beasiswa di internet. Dari situ saya ketahui bahwa ada beasiswa dari pemerintah bernama bidikmisi dimana selama 8 semester kita dibayari oleh pemerintah. Saya pun berniat untuk mendaftar beasiswa tersebut karena kondisi ekonomi saya juga memenuhi persyaratan.

Nah dari perjuangan selama SMA, akhirnya saya dapat mewujudkan apa yang saya inginkan. Sekarang saya dapat kuliah di jurusan yang bagus di Universitas ternama di Indonesia. Saya juga telah memiliki laptop yang selama ini saya dambakan. Dengan usaha, tekad dan doa saya dapat mewujudkannya.

Oh iya sekedar info, beasiswa bukan hanya bidikmisi, namun masih sangat banyak pihak yang memberikan beasiswa yang dapat kita ambil. Maka rajin-rajinlah untuk mengais informasi, jangan pantang menyerah. Kita harus menakhlukkan keadaan, bukan ditakhlukkan keadaan.

Jika saya bisa, kenapa kamu tidak? Kamu PASTI BISA. Yakinlah, PASTI BISA.

Jika ada yang perlu ditanyakan, ingin sharing, atau butuh motivasi, silahkan kontak saya di facebook maupun twitter. Saya sangat tidak keberatan dan akan senang, karena saya ingin berbagi sedikit ilmu ini. FB : Yana Fajriyana             Twitter : @yannafa

Salam Sukses

Business Model Generation



Halo kawan semua...
Sekarang aku ingin membagikan sedikit ilmu ku ini yang kudapat dari dua hari ini mengikuti acara R’nB yang sangat bermanfaat. Ilmu yang aku dapat ini namanya sesuai judul postinganku, yaitu “Business Model Generation”. Jujur, aku baru denger nama tersebut. Maka setelah mendapat jarkom akan diadakan acara tersebut aku langsung kepoin om google biar tau gambaran ilmu apa yang akan kudapat. Ternyata model bisnis tersebut berasal dari buku yang berjudul sama yang ditulis oleh Alex Osterwalder. Meskipun demikian, model bisnis tersebut digagas oleh berbagai pakar ahli yang ada di dunia dan telah diterapkan di kurang lebih 45 negara.
Model bisnis ini digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi keadaan bisnis yang ada maupun menguji kematangan dari suatu bisnis plan. Dalam business model generation menerapkan apa yang namanya model bisnis kanvas, dimana terdapat 9 elemen (building block) penting yang dimiliki dalam sebuah bisnis. Model ini dapat digambarkan sebagai berikut :


Berikut akan dijabarkan building block diatas :

1.                   Customer Segments
Customer segment adalah kelompok target konsumen  yang akan dibidik untuk menjadi pelanggan kita. Dalam pemilihan customer segments ini kita harus mengenal target kita, termasuk lingkungan dari target tersebut. Misalnya mahasiswa, jadi lingkungannya di sekitar kampus, ibu-ibu rumah tangga, pegawai kantoran, dll.

2.                   Value Prepositions
Di dalam value preposition ini kita akan membahas tentang produk apa yang ditawarkan kepada konsumen. Tentunya produk yang bernilai lebih dibandingkan produk-produk yang sejenis. Pada elemen ini kita memerlukan inovasi-inovasi yang dapat membedakan dari bisnis yang sejenis. Namun perlu diingat, jangan terlalu kreatif. Lhoh kok? Maksudnya adalah kreatiflah selama masih diambang kewajaran, tidak menyalahi kodrat. Misalnya adalah bakso bentuknya bulat, itu sudah kodrat, janganlah dibuat bakso itu dalam bentuk lainnya seperti kotak, bintang dsb. Mungkin itu kreatif, tp kreatifnya hanya sebatas itu, tidak lebih, yang intinya sama dengan bakso-bakso lain hanya berbeda bentuk. Nah inovasi sebenarnya itu hanya ada 3 kok, “lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah”.

3.                   Channels
Nah setelah menentukan customer segments dan value preposition, bisnis membutuhkan channel. Cahnnel ini adalah cara yang digunakan untuk menyalurkan (distribusi) value preposition ke konsumen. Channel ini dapat direalisasikan bermacam-macam tergantung segmen yang kita bidik. Misalnya penjual buku, menjual bukunya dengan cara membuka toko offline dan toko online. Contoh lainnya yaitu pabrik mie instan, menjual produknya melalui distributor-distributor yang tersebar di seluruh daerah.

4.                   Customer Relationship
Setelah mendapat channel kita harus mampu menjaga hubungan baik dengan channel tersebut. Hal tersebut dilakukan agar pelanggan setia terhadap kita bahkan pelanggan dapat bertambah dan kita harus mempertahankan pelanggan tersebut. Contohnya yaitu kita harus melayani pelanggan dengan baik, merespon kritik maupun saran dengan bijaksana, dll.

5.                   Revenue Streams
Setelah menganalisa elemen-elemen diatas, kita perlu menganalisa pendapatan yang akan kita dapatkan dari bisnis tersebut. Dari sini kita akan tahu darimana saja pendapatan yang akan kita dapatkan. Contohnya adalah Honda, Honda memperoleh pendapatannya dari penjualan kendaraan, penjualan sparepart dan jasa service.

6.                   Key Resources
Key resources merupakan sumber daya yang akan digunakan dalam kegiatan bisnis. Contohnya adalah Apple. Key resources Apple diantaranya yaitu SDM, hardware, model, brand (merek), dll. Contoh lainnya yaitu pabrik konveksi, dimana key resources nya berupa SDM dan mesin.

7.                   Key Activities
Key activities merupakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam bisnis untuk memperoleh uang/keuntungan. Contohnya dalam bisnis showroom. Key activities nya berupa pemasaran. Contoh yang lain adalah Honda. Honda dalam kegiatan bisnisnya merakit dan memasarkan produk.

8.                   Key Partners
Dalam berbisnis kita membutuhkan pihak lain yang dapat membantu kita dalam bentuk kerjasama bisnis. Contohnya yaitu Apple. Apple tidak dapat bekerja sendirian, mereka membutuhkan hardware-hardware yang mereka pesan dari pihak lain karena Apple hanya merakit dan mendesain tampilan produk.

9.                   Cost Structure
Dalam pengadaan bisnis pasti memerlukan biaya, maka tulis biaya apa saja yang akan dikeluarkan dalam kegiatan bisnis.

Nah itu merupakan sembilan elemen yang penting. Tapi tidak semua bisnis memiliki ke sembilan elemen tersebut. Sebagai pebisnis atau yang ingin berencana sebagai pebisnis harus hafal diluar kepala elemen-elemen ini dan peletakannya dalam model bisnis kanvas.
Jika kalian jeli melihat struktur peletakan elemen tersebut, ada pembagian kerja otak. Di bagian kanan itu memerlukan kinerja otak kanan, sementara dibagian kiri memerlukan kinerja otak kiri. Nah kalau begitu value prepositions masuk dalam kinerja otak kanan atau kiri? Jawabannya adalah keduanya. Karena dalam membuat value preposition memerlukan kekreatifan juga harus berpikir logis dan sistemik.
Sebenarnya dalam membuat model bisnis ini tidak harus urut, boleh darimana saja tapi peletakan harus sama. Namun menurutku lebih baik urut karena jika dipahami secara seksama, dari nomer 1 sampai 9 memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga menjadi sistematik.
Aku yakin mungkin dari kalian yang baca ini paham apa yang kusampaikan. Pertanyaannya sekarang adalah BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA? Itu merupakan hal yang wajar, karena membuat seperti ini bukanlah sehari dua hari, melainkan berhari-hari bahkan lebih. Alasannya? Karena ini dapat diibaratkan sebagai pondasi kita dalam bisnis. Tentunya kita ingin membangun pondasi yang kuat kan? Tidak mungkin kita membuat pondasi yang kuat dalam waktu sekejap. Maka perlu riset dalam pembuatan model bisnis ini.
Maka dari itu kita sebagai anak R’nB harus selau mengasah otak kita agar mudah dalam berpikir ide riset maupun bisnis. Nah sebagai langkah awal dalam mengasah otak, kita dapat membuat BANK IDE, dimana setiap ide yang terlintas dicatat dan dianalisa agar otak pun akan terus terasah. Eksplor lah ilmu sebanyak-banyaknya, jangan hanya mengandalkan ilmu dari bangku kuliah. Ingat, janganlah hanya mencari ilmu di kuliah, tapi dengan kuliah, carilah ilmu. Dan satu lagi, “Orang yang sukses adalah orang yang berani keluar dari zona nyamannya”. Mulai sekarang STOP DREAM AND START ACTION.

Salam Sukses